Selasa, 14 Februari 2012

Nutrien dalam Makanan


“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi”(QS.Al-Baqarah:168)

Apa itu Nutrien??

Nutrien atau zat-zat gizi merupakan substansi biokimia yang digunakan tubuh dan harus diperoleh dengan jumlah yang adekuat dari makanan yang kita makan. Nutrien terdiri atas kelompok makronutrien, karena dikonsumsi dengan jumlah relatif besar yaitu karbohidrat, protein, dan lemak, mikronutrien, karena dikonsumsi dalam jumlah relatif kecil yaitu vitamin dan mineral.

Karbohidrat

Karbohidrat sudah tidak asing lagi terdengar di kalangan masyarakat luas, bahkan anak Playgrup saja sudah tahu jenis makanan yang mengandung karbohidrat.  Namun, penulis ingin pembaca lebih mengerti tentang karbohidrat agar dapat memilih karbohidrat yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, terutama dalam diet gizi penyakit.

Jenis makanan yang mengandung karbohidrat, diantaranya.
  • Karbohidrat yang terdapat dalam plasma darah atau sering disebut dengan gula darah adalah glukosa. Glukosa banyak terdapat dalam buah-buahan, sayur-sayuran, madu, sirup jagung, dan tetes tebu.
  • Karbohidrat yang mengandung dua sampai sepuluh molekul gula sederhana disebut oligosakarida. Oligosakarida yang terdapat dalam bahan pangan adalah sukrosa, maltosa, dan laktosa. Disebut gula susu karena terdapat dalam air susu.
  • Sukrosa terdapat pada gula pasir, gula merah (aren, kelapa). Sukrosa banyak digunakan dalam pengolahan pangan, misalnya sirup, selai, jelly buah-buahan, puddings, cakes, dll.
  •  Maltosa dan Laktosa tidak banyak dikonsumsi dalam makanan sehari-hari. Maltosa banyak terdapat pada biji-bijian dan sirup jagung. Laktosa hanya terdapat dalam air susu.
Protein

Protein merupakan zat gizi yang berfungsi sebagai zat pembangun, pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan, menggantikan sel-sel yang mati dan aus terpakai, antibody, zat pengatur dalam metabolism enzim dan hormon.

Makanan sumber protein, diantaranya.
  • Sumber hewani : ayam, daging sapi, daging domba, daging kambing, ikan segar, keju, putih telur, susu bubuk, susu sapi segar, telur ayam.
  • Sumber nabati : kacang merah, kacang tanah kupas, kacang hijau, kedelai kering, oncom, tahu, tempe kedelai murni.
Lemak

Pada umumnya, banyak masyarakat yang menghidari mengonsumsi lemak karena takut terlihat gemuk sehingga mengganggu penampilan. Akan tetapi, tanpa disadari bahwa lemak juga merupakan kebutuhan bagi tubuh manusia. Lemak berfungsi terutama sebagai cadangan energy dalam bentuk jaringan yang ditimbun di tempat-tempat tertentu. Jaringan lemak berfungsi sebagai bantalan organ-organ tubuh tertentu, seperti biji mata dan ginjal. Selain itu, jaringan lemak di bawah kulit melindungi tubuh dari hawa dingin, sedangkan pada wanita memberikan contours khas feminine, seperti di daerah gluteal, bahu, dan dada. Disamping itu, fungsi lemak pada makanan memberikan rasa gurih dan reyah. Namun, walaupun begitu, tidak dianjurkan mengonsumsi lemak lebih dari batas yang dibutuhkan oleh tubuh, karena akan berakibat kegemukan dan obesitas.

Makanan sumber lemak, diantaranya.
  • Makanan yang mengandung Kolesterol dan minyak/lemak : ayam broiler, cumi, daging merah (sapi, kambing), ginjal, ham, hati, hot dog/hamburger/pizza, kelapa, keju, kue-kue kering, lemak hewan, margarine,mentega, kuning telur, minyak goring, otak, santan, susu full cream, sosis, tarcis, dan telur puyuh.
  •  Makanan yang mengandung asam lemak omega-3 : ikan laut, herring, kakap, salmon, lemuru, mackerel, marlin, tenggiri, tuna, dan teri.
Vitamin

Vitamin merupakan suatu zat gizi yang diperlukan tubuh dalam jumlah-jumlah kecil dan harus didatngkan dari luar, karena tidak dapat dihasilkan oleh tubuh. Fungsi vitamin sejalan dengan fungsi enzim dalam proses metabolism tubuh. Selain itu, vitamin juga dibutuhkan sebagai antioksidan dan antibody.  Defisiensi atau kekurangan maupun kelebihan vitamin dapat menimbulkan penyakit pada tubuh, diantaranya defisiensi vitamin C dapat menyebabkan scurvy (sariawan), defisiensi vitamin A  menyebabkan gangguan pada mata, dsb. Begitu juga sebaliknya apabila kelebihan vitamin. 
  • Makanan sumber antioksidan : apricot, bayam merah, belewa, brokoli, kesemek, labu merah, minyak sawit yang kuning, mangga, pepaya, sayuran hijau gelap, semangka, tomat, ubi, wortel.
  • Makanan sumber Vitamin C : cabai hijau, cabai merah, jambu Bangkok, jambu mete, jeruk bali, jeruk keprok, jeruk lemon, jeruk nipis, kentang, kiwi, pepaya, strawberi, tomat.
  •  Makanan sumber vitamin E : kacang tanah, gandum, minyak jagung, minyak sawit, minyak kedelai, sayuran hijau, selenium, beras merah, havermout, jagung, kacang hijau, ketan hitam, makanan laut, roti sereal yang utuh, biji-bijian, almond, tauge, margarine, minyak kacang, minyak zaitun, udang.
  •  Makanan sumber vitamin A : daun milinjo, daun pepaya, daun katuk, daun singkong, hati sapi, keju, mangga, mer, susu bubuk, wortel.
  • Makanan sumber vitamin D (provitamin D) : ikan salmon, ikan sardine, ikan tuna, susu, telur, Mazola.
  • Makanan sumber vitamin B1 : bekatul, beras menir, beras merah, beras tumbuk, jagung, kacang hijau, kacang kedelai, kacang merah, kacang panjang, ragi, sereal.
  • Makanan sumber vitamin B2 : bayam, daging sapi, hati ayam, kangkung, katuk, petis udang, ragi, tempe, telur, sereal, susu.
  • Makanan sumber vitamin B6 : alpokat, buncis, ragi, sereal, susu skim, talas, tuna, ubi manis.
  • Makanan sumber vitamin B12 : daging merah, hati, ikan, petis, ragi, susu, tempe, terasi, udang, yogurt.
Mineral

Seperti halnya pada vitamin, kekurangan atau kelebihan konsumsi mineral tidak baik untuk kesehatan tubuh. Berikut adalah jenis makanan yang mengandung zat mineral.
  • Makanan sumber folat : asparagus, bayam, buncis, hati dan jeroan, kapri, kacang tanah, orange juice, almond, beras merah, bit, kembang kol, roti gandum utuh, telur, selada, sereal instan
  •  Makanan sumber natrium :biscuit, kraker, roti cokelat, roti kismis, roti putih, roti susu, roti bakar.
  • Makanan sumber kalium : singkong, ubi kuning, kentang, terigu, tapioka, bayam, bawang putih, daun pepaya muda, kapri, kembang kol, petersell, prei, seledri batang, seledri daun.
  • Makanan sumber kalsium : brokoli/sayuran hijau, udang kering, es krim susu, keju, salmon dengan tulang dalam kaleng, sardencis dengan tulang dalam kaleng, petis, susu bubuk, susu segar, terasi, teri, udang dengan kulit, wader, yogurt.
  • Makanan sumber zink : iodium.
Penulis ingin mengajak pembaca memasuki dunia gizi secara perlahan namun pasti,, oleh karena itu penulis sengaja menulis dasar-dasar mengenai gizi terlebih dahulu. InsyaAllah,, postingan akan terus berlanjut agar pembaca menyadari betapa pentingnya ilmu gizi dikuasai, begitu juga dengan penulis untuk mengulang kembali pelajaran yang telah didapatkan.

Mohon do’anya, semoga penulis dapat mempelajari ilmu gizi ini dengan baik agar penulis mampu mengaplikasikannya pada keluarga dan masyarakat luas, sehingga akan terwujud generasi yang cerdas dan berkualitas baik dari segi emosional dan spiritual, insyaAllah, amiin. Dan mohon do’anya juga agar penulis dapat mewujudkan cita-citanya sebagai konsultan gizi, hhee.. amiin. Silakan tunggu postingan selanjutnya.

Minggu, 12 Februari 2012

Mengapa Pilih Gizi ?

Mengapa Pilih Gizi ? Itu pertanyaan yang terlintas ketika penulis harus memilih spesifik jurusan yang akan dilanjutkan untuk masa depan dan cita-citanya. Setelah berkonsultasi kepada beberapa kerabat dekat, teman, dosen, dan melihat permasalahan yang ada sekarang, serta peluang di masa depan, akhirnya penulis memilih untuk mengambil spesifik Ilmu Gizi.

Penulis yang kini berstatus sebagai mahasiswi angkatan 2009 di Gizi, Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas, Padang - Sumatera Barat sangat tertarik dengan segala bentuk ilmu gizi. Ketertarikan itu semakin bertambah ketika sudah menjadi mahasiswi gizi, ternyata banyak sekali pelajaran yang sebelumnya terlihat simple sebenarnya sangatlah rumit dan berdampak luas untuk kehidupan manusia, hingga peradaban bangsa.

Belajar di dalam kelas gizi yang hanya terdiri dari tujuh mahasiswi saja, membuat penulis banyak mengetahui lebih lanjut tentang gizi dan kehidupan. Diantaranya penulis mempelajari Gizi Daur Hidup, Tumbuh Kembang Anak, Penilaian Status Gizi, Diet Gizi Masyarakat, Gizi Kesehatan & Penyakit, Promosi Gizi, Epidemiologi Gizi, Gizi Ibu Hamil & Ibu Menyusui, dan masih banyak lagi.
Sedikit gambaran mengapa harus ilmu gizi ? Ilmu gizi dikenal di Indonesia pada tahun 1950-an, sebagai terjemahan dari kata Inggris "Nutrition" yang diterjemahkan menjadi "nutrisi". Sedangkan "ghidza" dalam bahasa Arab, yang berarti makanan. Definisi Ilmu Gizi yang paling sederhana adalah ilmu yang menganalisis pengaruh pangan yang dikonsumsi terhadap organisme hidup, atau hubungan antara manusia dan pangan yang dikonsumsinya, serta pengaruhnya terhadap aspek kejiwaan (psikis) dan kehidupan sosialnya, yang meliputi juga aspek fisiologis dan biokimiawi (Pengantar Ilmu Gizi, Prof.Dr.Ir. Deddy Muchtadi, MS).

Ilmu gizi juga sangat berpengaruh bagi kualitas suatu bangsa. Mengapa? Kemajuan suatu bangsa diukur dari Human Development Index (HDI) atau Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berupa pengukuran perbandingan dari harapan hidup, melek huruf, pendidikan, dan standar hidup. IPM digunakan untuk mengklasifikasikan apakah sebuah negara adalah negara maju, negara berkembang, atau negera terbelakang, dan juga untuk mengukur pengaruh dari kebijaksanaan ekonomi terhadap kualitas hidup. Gizi yang tercukupi pada ibu hamil akan melahirkan anak yang cerdas dan menjadi generasi penerus yang berkualitas dan sehat. Berdasarkan hasil penelitian, 90% otak janin itu disempurnakan dalam kehamilan, sisanya disempurnakan pada usia 0-5tahun atau biasa dikenal dengan masa emas (Gold Age). Apabila generasi penerus cerdas dan berkualitas, maka HDI akan meningkat dan status suatu negara pun dapat menjadi negara maju.


Disamping itu, ilmu gizi juga mempelajari mengenai gizi kesehatan dan penyakit yang sangat penting bagi kesehatan manusia. Ilmu gizi dapat digunakan dalam situasi promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Saat ini, permasalah kesehatan gizi ada dua atau dikenal dengan permasalahan gizi ganda, yaitu gizi kurang dan gizi lebih. Kedua permasalahan tersebut, masing-masing dapat mengakibatkan permasalahan kesehatan yang serius bagi manusia. Gizi kurang apabila tidak ditanggulangi dengan cepat dan baik, maka akan berdampak pada kematian. Begitu pula dengan gizi lebih, yang pada saat ini terus meningkat mengakibatkan timbulnya penyakit degeneratif, seperti Diabetes Melitus, Panyakit Jantung Koroner, Hipertensi, Kolesterol, Cancer, dsb. Penyakit-penyakit tersebut dalam masa penyembuhan dan pemulihannya membutuhkan diet gizi tertentu yang sesuai dengan jenis penyakit yang dialami. Sama hal nya dengan penyakit non-degeneratif, seperti Diare, Malaria, DBD, anemia, dsb yang juga membutuhkan perlakuan khusus dari segi gizi dan nutrisi dalam masa penyembuhan dan pemulihannya.

Penulis ingin mendalami Ilmu gizi dan bercita-cita ingin menjadi Ahli Gizi yang dapat mengaplikasikan ilmu yang sudah diperoleh baik dalam keluarga mau pun masyarakat untuk membantu terbentuknya generasi penerus yang berkualitas. Itulah yang menjadi jawaban Mengapa Pilih Gizi ?

Harapannya, semoga blog ini akan menjadi sarana pembelajaran penulis maupun pembaca tentang ilmu gizi, sehingga masyarakat siap untuk membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
Silakan tunggu postingan selanjutnya.