Senin, 07 Mei 2012

Laktasi Amenore


Apa itu Laktasi Amenore ?
Laktasi Amenore merupakan alat kontrasepsi (penjarangan kehamilan) alami. Metode Amenore Laktasi (MAL) atau Lactational Amerrohea Method (LAM) adala metode kontrasepsi sementara yang mengandalkan pemberian ASI eksklusif. MAL dapat dikatakan sebagai metode Keluarga Berencana Alamiah (KBA). LAM dikembangkan sebagai hasil dari pertemuan yang diadakan di Georgetown Univesity, yang dirancang untuk membawa manfaat kesehatan dan kesuburan menyusui menjadi perhatian keluarga berencana.

Bagaimana Cara Kerja MAL ?
MAL bersifat menunda atau menekan terjadinya ovulasi (pembuahan). Pada saat menyusui, hormon yang berperan adalah prolaktin dan oksitoksin. Semakin sering ibu menyusui, maka kadar prolaktin meningkat dan hormon gonadotropin melepaskan hormon penghambat (inhibitor). Hormon penghambat akan mengurangi kadar estrogen, sehingga tidak terjadi ovulasi.

MAL, Efektifkah ?
Berdasarkan hasil penelitian MAL akan sangat efektif (98%) apabila digunakan secara benar dan memenuhi persyaratan sebagai berikut :
a. Digunakan selama 6 bulan pertama post partum (setelah melahirkan)
b. Belum mendapat haid pasca melahirkan
c. Menyusui secara eksklusif
d. Tergantung pada frekuensi dan intensitas menyusui

Apa Manfaat MAL ?
Ada dua manfaat MAL yaitu sebagai kontrasepsi dan non-kontrasepsi.
a. Manfaat Kontrasepsi
    - Efektifitas tinggi (98%)
    - Dapat segera dimulai  pasca melahirkan
    - Tidak memerlukan prosedur khusus, alat atau obat
    - Tidak memerlukan pengawasan medis
    - Tidak mengganggu senggama
    - Mudah digunakan
    - Tidak perlu biaya
    - Tidak ada efek samping
    - Tidak bertentangan dengan budaya dan agama

b. Manfaat Non-Kontrasepsi
    - Untuk bayi : mendapatkan kekebalan pasif (imunitas), peningkatan gizi (nutrisi), dan mengurangi resiko        penyakit menular.

    - Untuk ibu : mengurangi pendarahan pasca melahirkan (anemia), membantu uterus kembali normal, meningkatkan hubungan psikologi antara ibu dan bayi.

Hambatan MAL ?
MAL juga memiliki keterbatasan antara lain :
a. Memerlukan persiapan dimulai sejak kehamilan
b. Hanya efektif digunakan selama 6 bulan pasca melahirkan
c. Belum mendapatkan haid pasca melahirkan
d. Menyusui eksklusif
e. Tidak melindungi dari penyakit menular seksual, hepatitis B, dan HIV/AIDS

Yang Tidak Dapat Menggunakan MAL
MAL tidak dapat digunakan oleh :
a. Wanita pasca melahirkan yang sudah mendapat haid
b. Wanita yang tidak menyusui eksklusif
c. Wanita yang bekerja terpisah dari bayi lebih dari 6 jam
d. Bayi sudah berusia lebih dari 6 bulan
e. Bayi mempunyai gangguan metabolisme

Apa yang Harus diketahui Klien ?
Sebelum menggunakan MAL, klien terlebih dahulu diberikan konseling sebagai berikut :
a. Bayi harus menyusu sesering mungkin
b. Waktu pengosongan payudara kurang dari 4 jam
c. Bayi menyusu sampai kenyang (melepas sendiri hisapannya)
d. MAL tidak efektif bila tidak ASI eksklusif
e. Ibu yang sudah dapat haid pasca melahirkan dianjurkan menggunakan metode kontrasepsi lain


Referensi :
Miriam H. Labbok, MD, MPH Associate Professor, Georgetown University Medical Center, WHO Pusat Kolaborasi pada Menyusui dari Abstrak Menyusui, Agustus 1993, volume 13, nomor 1, hal 3-4.

Soetjiningsih. 1997. ASI Petunjuk Untuk Tenaga Kesehatan. Jakarta : EGC.

Senin, 02 April 2012

Perkembangan Janin dan Kebutuhan Nutrisi Janin


"... Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?" (Al Qur'an, 39:6)

Dalam ayat ke-6 Az-Zumar, disebutkan bahwa manusia diciptakan dalam rahim ibu dalam tiga kegelapan. Embriologi modern telah mengungkapkan bahwa perkembangan embriologi bayi terjadi pada tiga daerah yang berbeda dalam rahim ibu.

Fase-fase ini mengacu pada tahap-tahap yang berbeda dari perkembangan seorang bayi. Ringkasnya, ciri-ciri tahap perkembangan bayi dalam rahim adalah sebagaimana berikut:


- Tahap Pre-embrionik

Pada tahap pertama, zigot tumbuh membesar melalui pembelahan sel, dan terbentuklah segumpalan sel yang kemudian membenamkan diri pada dinding rahim. Seiring pertumbuhan zigot yang semakin membesar, sel-sel penyusunnya pun mengatur diri mereka sendiri guna membentuk tiga lapisan. 

Tahap pertama ini disebut juga dengan trimester pertama. Trimester pertama kehamilan merupakan masa penyesuaian seorang perempuan terhadap kehamilannya. Pertumbuhan janin pada tiga bulan pertama ini masih berlangsung lambat, sehingga kebutuhan gizinya juga belum begitu besar. Bahkan boleh dikatakan pada periode ini kebutuhan gizi calon ibu masih sama dengan wanita dewasa biasa. Hanya saja, seluruh zat gizi yang dikonsumsinya harus memenuhi kebutuhan janin. Kekurangan gizi tertentu atau terkonsumsinya zat adiktif berbahaya bisa menyebabkan kegagalan pembentukan organ yang sempurna.

Pada trimester pertama kebutuhan zat gizi yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut :

Kalori
Kalori dibutuhkan untuk perubahan dalam tubuh ibu hamil, meliputi pembentukan sel-sel baru, pengaliran makanan dari pembuluh darah ibu ke pembuluh darah janin melalui plasenta dan pembentukan enzim serta hormon yang mengatur pertumbuhan janin. Selama trimester pertama, wanita hamil perlu tambahan bobot badan sebanyak 0,5 kg setiap minggu. Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi rata-rata yang dianjurkan (Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi VI, 1998), ibu hamil perlu tambahan 285 Kkal setiap hari atau sama dengan 2.485 Kkal per hari. Bandingkan dengan wanita dewasa (20 - 45 tahun) dalam keadaan normal tidak hamil yang hanya membutuhkan energi 2.200 Kkal.

Protein
Untuk membangun sel-sel baru janin, termasuk sel darah, kulit, rambut, kuku, dan jaringan otot dibutuhkan protein. Protein juga diperlukan plasenta untuk membawa makanan ke janin dan juga pengaturan hormon sang ibu dan janin. Tambahan protein yang dibutuhkan setiap hari adalah 60 g atau 12 g lebih banyak ketimbang wanita dewasa tak hamil. Protein dapat diperoleh dari bahan makanan seperti daging, keju, ikan, telur, kacang-kacangan, tahu, tempe, dan oncom.

Vitamin dan mineral
Diperlukan vitamin dan mineral yang merupakan zat gizi penting selama hamil. Vitamin A dalam jumlah optimal diperlukan untuk pertumbuhan janin. Tidak kalah penting vitamin B1 dan B2 serta niasin yang diperlukan dalam proses metabolisme tubuh. Sedangkan vitamin B6 dan B12 berguna untuk mengatur penggunaan protein oleh tubuh. Vitamin C penting untuk membantu penyerapan zat besi selama hamil untuk mencegah anemia.
Untuk pembentukan tulang serta persendian janin diperlukan vitamin D yang membantu penyerapan kalsium. Kalsium penting untuk pertumbuhan tulang dan gigi janin. Zat kapur ini banyak terdapat pada susu dan olahannya serta kacang-kacangan.
Sementara itu vitamin E diperlukan untuk pembentukan sel-sel darah merah serta melindungi lemak dari kerusakan. Asam folat dan seng penting untuk pertumbuhan susunan saraf pusat sehingga konsumsi makanan yang banyak mengandung asam folat dapat mengurangi risiko kelainan susunan saraf pusat dan otak janin. Makanan yang kaya akan asam folat misalnya jeruk, pisang, brokoli, wortel, dan tomat.
Perlu diketahui, asam folat dalam buah-buahan dan sayuran segar mudah rusak akibat proses pemasakan dan pemanasan. Karena itu buah dan sayuran lebih baik dikonsumsi dalam keadaan segar.
Pasokan zat besi juga tidak kalah penting karena pada masa hamil volume darah ibu akan meningkat 30%. Di samping itu plasenta pun harus mengalirkan cukup zat besi untuk perkembangan janin. Kecukupan darah menjadi amat penting, karena perlu diingat, ketika melahirkan, karena bakal banyak kehilangan darah sang ibu jangan sampai mengalami anemia.

Serat
Konsumsi serat banyak terdapat pada buah dan sayuran, berguna untuk membantu kerja sistem ekskresi sehingga mudah buang air besar.

Air
Dalam keadaan normal saja, kita dianjurkan untuk minum delapan gelas air putih sehari. Apalagi untuk wanita hamil. Kebutuhannya akan air perlu diperhatikan benar. Kekurangan air (dehidrasi) harus segera ditanggulangi, karena dalam masa kehamilan muda ada kalanya terjadi muntah-muntah sehingga banyak mengeluarkan cairan tubuh.

- Tahap Embrionik 


Tahap kedua ini berlangsung selama lima setengah minggu. Pada masa ini bayi disebut sebagai "embrio". Pada tahap ini, organ dan sistem tubuh bayi mulai terbentuk dari lapisan- lapisan sel tersebut.









- Tahap fetus


Dimulai dari tahap ini dan seterusnya, bayi disebut sebagai "fetus". Tahap ini dimulai sejak kehamilan bulan kedelapan dan berakhir hingga masa kelahiran. Ciri khusus tahapan ini adalah terlihatnya fetus menyerupai manusia, dengan wajah, kedua tangan dan kakinya. Meskipun pada awalnya memiliki panjang 3 cm, kesemua organnya telah nampak. Tahap ini berlangsung selama kurang lebih 30 minggu, dan perkembangan berlanjut hingga minggu kelahiran.

Pada trimester kedua dan ketiga, ketika masa morning sickness telah berlalu, biasanya ibu hamil sudah mulai dapat menikmati makanan dan merasakan gerakan janin dalam perut. Pada trimester kedua ini pertumbuhan janin pun berlangsung sangat cepat. Boleh dikatakan, separuh dari penambahan bobot badan ibu selama hamil terjadi pada bulan ke-6 dan ke-7. Ibu hamil yang mengalami kekurangan gizi pada usia kehamilan ini, bisa jadi akan "menularkan" derita yang sama pada sang janin yang dikandungnya. Sebagai patokan, bobot badan ibu hamil kurang dari 45 kg pada trimester ketiga menunjukkan kekurangan energi kronis.

Kebutuhan zat gizi pada trimester kedua dan ketiga ini juga perlu diperhatikan karena erat kaitannya dengan perkembangan intelegensia janin. Pasalnya, pada usia kehamilan 15 - 20 minggu, otak janin mengalami pertumbuhan pesat sekali. Bahkan memasuki kehamilan minggu ke-30 sampai bayi berusia 18 bulan, otak mengalami fase pertumbuhan pesat kedua. Berbeda dengan kebutuhan gizi pada trimester pertama, memasuki trimester kedua dan ketiga ibu hamil membutuhkan zat gizi sebagai berikut:

Kalori
Tubuh membutuhkan tambahan 285 kalori setiap hari dibandingkan dengan sebelum hamil. Konsumsi makanan ini setidaknya menghasilkan pertambahan bobot badan sekitar 8 - 15 kg sampai akhir trimester ketiga. Sejak trimester kedua ini, diusahakan untuk menambah bobot ½ kg setiap minggu. Di akhir bulan kehamilan, konsumsi karbohidrat (50 - 60% dari total kalori) diperlukan dalam takaran yang cukup untuk persiapan tenaga ibu dalam masa persalinan.

Protein
Protein penting untuk pertumbuhan janin dan plasenta, juga untuk memenuhi kebutuhan suplai darah merah. Kebutuhan protein didapat dari bahan makanan hewani seperti daging, ikan, telur, dan nabati seperti kacang-kacangan, tahu, dan tempe.

Vitamin dan mineral
Pada trimester ketiga, tubuh membutuhkan vitamin B6 dalam jumlah banyak dibandingkan sebelum hamil. Vitamin ini dibutuhkan untuk membentuk protein dari asam amino, darah merah, saraf otak, dan otot-otot tubuh. Bila protein tercukupi, maka kebutuhan vitamin B6 akan tercukupi pula. Makanan yang banyak mengandung vitamin B6 ini antara lain ikan. Jangan lupa mengonsumsi substansi omega-3 yang banyak terkandung dalam daging ikan tuna dan salmon. Omega-3 juga berperan pada perkembangan otak dan retina janin.
Seng dibutuhkan bagi sistem imunologi (kekebalan) tubuh. Konsumsi seng juga dapat menghindari lahirnya janin prematur dan berperan dalam perkembangan otak janin, terutama pada trimester terakhir. Diduga, kekurangan seng menyebabkan bibir sumbing. Makanan yang kaya seng antara lain daging sapi dan ikan.
Kalsium diperlukan pada trimester pertama hingga trimester ketiga karena merupakan zat gizi penting selama kehamilan. 
Kebutuhan zat besi meningkat terutama pada awal trimester kedua kehamilan. Faktanya, hampir 70% ibu hamil di Indonesia menderita anemia. Sebab itu suplementasi pil besi diupayakan untuk diberikan selama kehamilan guna memenuhi kebutuhan zat besi itu.


Bila setiap ibu hamil memperhatikan serta berusaha memenuhi zat gizi yang berguna bagi pertumbuhan janin dalam kandungannya, niscaya bayi dilahirkan sehat. (dr. Elvina Karyadi, M.Sc., Ph.D.)

Literatur :
Arisman. Gizi dalam Daur Hidup. Jakarta : EGC




Sabtu, 03 Maret 2012

MAKANAN YANG BAIK UNTUK OTAK


“ Dan bumi telah dibentangkan-Nya untuk makhluk-Nya, di dalamnya ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang, dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustkan? (QS. Ar-Rahman:10-13) “

Setiap hari kita menemui berbagai jenis makanan. Tahukah teman-teman, ternyata banyak makanan yang temui sehari-hari yang dapat meningkatkan kesehatan otak kita. Berikut daftar makanan sehat yang dapat meningkatkan performa otak kita :

Cokelat
Cokelat adalah salah satu makanan favorit setiap orang. Selain lezat, cokelat juga sangat bergizi untuk otak. Para ilmuwan telah membuktikan bahwa kandungan antioksidan dalam dua atau tiga sendok makan bubuk cokelat memiliki antioksidan yang lebih kuat dibandingkan dalam makanan lain seperti teh hijau atau anggur merah. Antioksidan utama yang ditemukan dalam kakao yaitu flavonol, yang penting untuk meningkatkan aliran darah ke otak.

Kacang-kacangan
Cemilan dari kacang-kacangan atau biji-bijian seperti kacang, hazelnut, kacang mete, almond, walnut, pecan, biji labu, biji bunga matahari, dan jenis lainnya, baik untuk otak. Jenis makanan tersebut  mengandung Omega-3, Omega-6 fatty acid, folat, vitamin E, dan vitamin B6 yang dapat membuat otak untuk berpikir lebih jernih. Nutrisi dari Omega-3 dan Omega-6 fatty acid juga dapat membantu otak untuk berpikir lebih positif karena bekerja sebagai antidepresan alami. Beberapa kacang-kacangan dan biji-bijian juga mengandung thiamin dan magnesium yang bagus untuk daya ingat dan fungsi kognitif otak.

Telur
Telur banyak mengandung vitamin B12 serta lesitin yang membantu melawan proses atrofi otak. Telur meskipun tidak sehat jika dimakan terlalu banyak karena kaya asam lemak esensial, tapi kuning telur juga tinggi kolin yang merupakan zat pembangun sel otak. Kolin juga dapat membantu meningkatkan daya ingat.

Teh hijau
Teh hijau atau teh hitam mengandung catechin yang bermanfaat untuk menjaga pikiran agar tetap tajam, segar, dan  berfungsi dengan baik. Selain itu, teh juga membuat tubuh menjadi lebih rileks dan membantu untuk mengurangi kelelahan mental. Jadi, apabila teman-teman merasa lelah, lesu, dan terlalu malas untuk berpikir, cobalah seduh secangkit teh, baik teh hijau maupun teh hitam, keduanya sangat baik untuk dikonsumsi.

Itulah beberapa makanan di sekitar kita, yang tanpa kita sadari ternyata sangat bermanfaat bagi kesehatan otak. Mari kita tingkatkan kualitas hidup setiap hari dengan menjaga makanan yang dikonsumsi, olahraga yang teratur, menyeimbangkan antara bekerja dan istirahat, serta selalu menjaga lingkungan sekitar agar tetap bersih dan nyaman. Jagalah gaya hidup sehat dari sekarang.! (^^)

*Medicalstudent Research Centre (MRC) BEM KM Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas